Kamis, 29 Mei 2014

                                    ''Si Gagak Hitam''


          Di postingan kedua telah aku gambarkan jepang dengan gagak, tapi itu semua kebanyakan dari segi negatifnya, atau bahkan gambaran yang kuberikan terlalu ekstrim. Sekarang aku akan menulis Si gagak dari hal-hal positif yang aku pelajari.


           Di postingan 'Langit Senja di Negri Sakura' aku telah menjelaskan bahwasannya kehidupan orang jepang sangat membosankan karena sepanjang umur mereka mereka gunakan untuk bekerja, kurasa aku salah. Ketika aku telah merasakan menjadi pekerja di Hamada Tekkin, nama perusahaanku, aku begitu merasakan aroma kekeluargaan yang kental, saling menghibur dan menghargai tanpa memperdulikan perbedaan-berbedaan yang begitu banyak. Aku sungguh bersyukur bisa berada disini. mungkin banyak orang berpikir kerja di genba(kerja lapangan) itu berat. ya.... memang benar, tapi semua tidak akan kita rasakan keletihan dan kesusahan itu kalau kita bisa mencintai apa yang kita kerjakan. Dan itulah yang alhamdulillah sedang aku rasakan sekarang. Pantas saja orang jepang tak merasa letih atau bosan bekerja sepanjang umur mereka.


            Sonoda san, Iyono san, Hamadha san, Yamamoto san, Hamadha Seichiro san(koujhochou), Hamada Masafumi san (senmu). merekalah yag akan menemani dan menjadi saksi akan perjuanganku dalam 3 tahun(insyaAllah) di negri sakura ini,. Baru sekitar satu minggu lebih tapi kenyamanan sudah sangat kurasakan. Sorang pegawai hampir setiap hari di belikan eskrim dan jus?! sugooiii,.. sebagai balasannya InsyaAllah aku akan bersemangat bekerja terus dalam 3 tahun dimulai dari sekarang. ^-~

             Di postingan '"JAPAN" Jasad tanpa Jiwa' aku telah menggambarkan sisi negatif dari sang gagak, setelah aku fikir sepertinya mereka jauh lebih baik dari kebanyakan kita. Mereka melakukan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan mereka dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku bagi mereka. Mabuk ataupun main wanita selalu mereka lakukan sesuai hukum ataupun norma yang berlaku tanpa mengganggu kepentingan orang lain sedikitpun. Itulah kenapa gagak hitam tak malu menunjukkan dirinya di siang hari, atau malah sepanjang hari, karena kehitaman pekatnya melambangkan kejelekan bagi mereka tapi mereka bisa percaya diri dan tanpa rasa malu, karena memang itulah norma dan kebiasaan mereka. Ber beda dengan kita. Sepertinya kita adalah Si Tikus Hitam. Memang ukuran kita lebih kecil dari gagak. Tapi apa yang Tikus Hitam lakukan? Mencuri-curi barang-barang orang lain yang bukan menjadi haknya, tak perduli akan kepentingan orang lain asal perut sendiri kenyang. Itulah kenapa korupsi juga dilambangkan Tikus Hitam(argumen saya). Bersembunyi dalam kegelapan lorong-lorong got kecil dan melakukan keburukan yang sangat berlawanan dari noram-norma yang ada, bahkan tak memperdulikan agama. Rela memakan bangkai temannya, tak perduli siapa mereka asal saya bisa kaya dan di pandang orang. Sesuatu yang jelas-jelas melanggar hukum tapi sudah dianggap biasa. KKN pun menjadi makanan sehari-hari. Padahal jelas-jelas ketahuan bersalah, entah itu karena korupsi atau kejahatan lain tapi bukan merasa malu, orang jepang melakukan harakiri(bunuh diri dengan pedang) karena malu akan kesalahan mereka, berbeda dengan kita yang jelas-jelas salah bukan malu ataupun melakukan harakiri, malah menuduh dan bahkan membunuh orang lain.
 Hina mana antara gagak hitam dan tikus hitam??


                 Ya,.. memang begitulah dunia, tak ada yang abadi ataupun sempurna. Jepang si gagak hitam dengan segala hal positif ataupun negatifnya, dan kita si tikus hitam dan saya belum menyebutkan hal positifnya,.. hehehe,.. doumo sumimasen,..
Tunggu di postingan berikutnya,.. hehehe...


                 Dan terakhir.. Sepertinya suasana sepiritualku ikut hanyut dalam kehidupan disini. Teratur,bersih,serba ada

dan menyenangkan,.. sekali lagi dunia mengalahkanku!

My Story's In Japan:                                                 ...

My Story's In Japan:                                

                 ...
:                                                                           ''Si Gagak Hitam''           Di postingan ked...

Minggu, 18 Mei 2014

                               
                            Langit senja di negri Sakura

              
               Sore itu aku berdiri di beranda belakang kamarku, menikmati setiap hembusan angin yang terasa berbeda dari dari kampung halamanku. Kunikmati udara dingin yang memelukku dengan mesranya. Kupandangi satu-persatu atap rumah yang sedang di hinggapi gagak-gagak hitam perlambangan hati mereka. Ku amati satu-persatu orang yang lewat diwahku yang kebanyakan adalah orang-orang berusia senja (padahal aku menanti gadis-gadis jepang yang cantik jelita :P),yang selalu ku dapati adalah mereka tak lupa 'teman sejati' mereka menemani dalam setiap langkah cepat mereka!

               Seperti biasa hari-demi hari selalu saja sepi, dan mungkin akan tetap sepi tak ada irama dari berbagai insani. Aku merasa bahwa indonesia jauh lebih menyenangkan dengan suara berisiknya. tapi tetap saja semua ada nilai positif dan negatifnya.

                Tentang 'teman sejati' yang aku tuliskan diatas... Cantik,imut,lucu dan banyak lagi hal-hal menarik dari 'teman sejati' mereka! Aku belajar tentang cara mereka menjalani hidup dari sisi pandangku sendri. Di postingan sebelumnya aku sudah sedikit menggambarkan tentang jiwa mereka(dari sudut pandangku). Dimana kebahagiaan yang mereka dambakan adalah dunia dan berbagai tipuannya. Aku ingin sedikit menceritakan tentang ilmu yang aku dapat dari senseiku, Lubis sensei, yang aku anggap memiliki karisma luarbiasa.
           
               Sekarang ini menurut banyak orang jepang sedang mengalami kekurangan tenaga kerja produktif, karena pada dasarnya jumlah orang lanjut usia sangat jauh lebih banyak dari penduduk usia produktif. hal itu menjadikan Jepang membuka kesempatan 'magang' bagi pemuda-pemudi dari belahan dunia untuk bekerja di sini. Hal itu adalah kesempatan emas bagi berbagai negara untuk mengirim wakil-wakil bangsa mereka untuk menimba ilmu di negri sakura ini. salah satunya aku(walaupun seperti ini bentuk dan rupaku, tapi aku adalah wakil indonesia,hehe, jadi bila aku disni melakukan hal buruk,bangsakupun akan menjadi buruk). Sensei memberi tahu kepada kami(kenshusei, khususnya angkatan 249) bahwasanya sebenarnya jepang tak kekurangan tenaga kerja. Sebenarnya pemuda-pemuda Jepang masih cukup untuk memenuhi lowongan kerja di negara ini. TAPI..... mereka tidak mau bekerja dalam posisi yang kami kerjakan ini, karena menurut mereka ini adalah pekerjaan yang bisa di bilang 'rendahan'. Mengapa mereka berpikir seperti itu? itu karena mereka tidak bekerjapun orang tua mereka masih memiliki banyak uang dari uang pensiunan yang di berikan oleh negara yang jumlahnya sangat banyak. Untu apa mereka harus bekerja di panas-panasan, menceboki orang yang tua,bekerja sampai larut malam kalau orang tua mereka memiliki uang banyak! Setidaknya itulah yang aku dengar dari para senseiku bahwasannya pemuda Jepang tak serajin dulu.

               Masih tentang senja. Kebahagiaan yang di bangga-banggakan mereka adalah menikmati uang hasil pensiun yang berasal dari keringat darah mereka selama bertahun-tahun. Kehidupan yang begitu monoton dan menurutku membosankan sangat, tanpa merasakan berbagai rasa dari rasa-rasa palsu ini.  Rasa palsu sebagai media menemukan rasa yang hakiki!
                Dari kehidupan yang penuh dengan keteraturan dan kerja keras mereka menjaga raga mereka, membuat senja mereka semakin lama. Hari-hari senja mereka terasa hampa dan begitu-begitu saja. Kenapa mereka begitu rajin bekerja? karena ketika mereka tidak bekerja, hati mereka terasa kosong, selalu ada yang kurang entah itu apa menurut mereka. Tapi itulah wujud dari kekosongan hati dari cahaya Ilahi. Aku punya Sensei, sudah berumur 70 tahun, punya 3 buah rumah, dan beberapa mobil yang berharaharga milyaran, tapi beliau tak pernah jenuh bekerja. Berwisata ke Eropa sudah makanan sehari-hari, tapi itupun tidak membuat beliau puas karena memang kosongnya hati itu dari cahaya Ilahi. dan akhirnya di usia 70tahun masih sibuk bekerja kesana kemari sambil menceritakan lika-liku kisah hidupnya agar beliau bisa menjadi suatu contoh bagi orang lain. Tapi tak luput dari nafsu akan penyambahan diri sendiri dengan selalu membanggakan kesehatan raga dan hal lain yang dia punya!

              Tentang sahabat sejati mereka: いぬ(anjing), dimana anjinglah yang paling mengerti mereka dan kekosongan hati mereka. Tapi tetap saja bukanlah itu semua yang menjadi pengisi lubang di hati. Lubang di hati yang hanya bisa diisi dengan cahaya IlahiRabbi....-,-

Jumat, 16 Mei 2014

                              
                         "JAPAN" Jasad tanpa Jiwa


           Kurang lebih satu bulan aku menghirup udara negri samurai ini. Suasana sepi hari-demi hari yang kulalui, bukan ketenangan melainkan kesunyian yang terasa. Mungkin disini sunyi,sepi, tenang(tidak gaduh seperti di indonesia) tapi aku tidak merasakan kedamaian sama sekali. Kesunyian ini terasa kosong, hati selalu gelisah tak tentu arah.
      
            Orang-orang disini sudah mirip dengan robot. Hidup yang sangat terartur dan hampir tanpa kesalahan. Pergi di pagi hari dan pulang dimalam hari, itulah rutinitas tiap harinya, kalaupun butuh hiburan,mereka akan berlari menghampiri dunia. Minum sake dan wanita, itulah hiburan mereka. Dunia yang 'katanya' memiliki keindahan, penuh dengan gemerlap warna, tapi semua itu tak lebih dari sebuahpermainan dan tipuan yang hanya memberi kenikmatan sesaat.

            Yang kulihat dari jepang adalah bagai jasad tanpa jiwa. Jasad yang penuh dengan kesempurnaan, dari ketampanan dan kekuatan mereka, tapi hatinya kosong. Walaupun ada nilai-nilai kemanusiaan mdari mereka, tapi mereka kosong akan nilai-nilai ketuhanan. Dimana yang menjadi tuhan mereka adalah nafsu belaka. Memperbaiki diri, menjadikan diri sempurna dan terlihat baik di depan orang lain. Sampai muncul adat "harakiri" (bunuh diri dengan merobek perut) sebagai bentuk tingginya harga diri mereka, lebih baik mati dari pada menanggung malu.

            Disini aku melihat banyak gagak dengan ukuran besar tak seperti di indonesia. Aku melambangkannya sebagai pribadi orang jepang. Kuat,besar, tapi berwarna hitam pekat sebagai tandi cahaya Ilahiah yang belum sampai pada hati mereka! sungguh disayangkan!

            Selama kurang lebih satu bulan ini aku tak mendengar seruan adzan yang sahut-menyahut dari masjid-masjid. sungguh suasana yang kurindukan! Tapi inilah jalan yang telah ku tempuh, jalan yang telah Allah takdirkan untukku!

            Alhamdulillah satu bulan disini bisa 3 kali melaksanakan sholat jum'at, walaupun hilang satu sholat.. hemm.. tapi kekosongan hati telah sedikit terisi oleh suasana sholat jum'ah yang sangat sederhana!bahkan minggu lalu bisa jamaah jum'ah dengan kenshusei yang lain yang lebih dari 40 orang. Suasana bengitu indah takala ju dengarkan suara "Amiiiin" secara bersamaan di tengah-tengah sholat, sungguh bagaikan di negri sendiri!Ada kenshusei yang terharu sampai meneteskan air mata! Subhanallah,.. Maha suci Allah dengan segala karuniaNya!

Senin, 12 Mei 2014

Awal sakura berbunga



       
             Inilah awal ceritaku di dunia maya,. akan menadi sebuah teman pencarian jalan menuju masa depanku. dimana aku awali dengan menginjakkan kaki di bumi Sakura ini. salah satu awal impianku yang telah terwujud!

             Mungkin dulu aku hanya bisa melihat foto, mendengar danmembaca tentang negri ini, tapi sekarang aku bisa menginjak dan menghirup udara negri sakura ini! sungguh tiada hentinya aku bersyukur atas semua jalan ini!

              Dalam perjalanan menggapai impian ini bnyak hal yang telah ku pelajari tentang jepang dan kehidupan. Kean pertamaketika menginjakkan kaki di bumi sakura adalah,.. sugooii,..(hebatt).
              Di sini begitu bersih dan rapi. Semua tertata dengan indahnya, walaupun pada dasarnya Jepang tak seindah Indonesia, tapi orang Jepang bisa merubah bumi sakura ini menjadi lebih indah dari Bumi pertiwi! Hampir semua hal kecil disini telah diselaraskan. contoh: penggunaan futon(selimut) yang memiliki cara-cara tersendiri dalam pemakaian dan menjadikan itu sebuah budaya baru. Makan juga memiliki cara atau aturan khusus yang membuatnya semakin menarik dan sekali lagi menjadi budaya khas ereka, masih banyak lagi hal-hal kecil lainnya, tapi akan lebih menarik sebenarnya jika hal-hal tersebut di abadikan dengan kamera, yang sayang sekali sampai detik ini aku masih belum memiliki kamera! zangnen desu.nee,...(sayang sekali).

              Ada hal yang membuatku tidak nyaman, ter-la-lu se-pii,... bagaikan kota mati. Tak ada ceritanya suara sepedah motor mondar-mandir seperti di indonesia, tak ada segerombolan ibu-ibu yang ribut ngerumpiin orang, tak ada suara jajanan keliling ataupun suara tiluliit..tiluliit..dari penjual eskrim. Mungkin bagi mereka lebih suka ketenangan, masih sedikit susah bagiku untuk terbiasa. Ow...iya,.. meskipun postingan ini berjudul  'awal sakura mekar' tapi aku belum sekalipun melihat sakura mekar. Mungkin judul itu salah satu bentuk penyesalanku karena tidak sempat hanami(melihat bunga sakura), walaupun ini adalah musim semi!!
              Mungkin tulisan masih amburadul, tapi sudah ku niatkan untu merekam apa-apa yang telah ku lampaui di negri sakura ini sebagai teman penggapaian impianku yang berikutnya! ganbatte,..