"JAPAN" Jasad tanpa Jiwa
Kurang lebih satu bulan aku menghirup udara negri samurai ini. Suasana sepi hari-demi hari yang kulalui, bukan ketenangan melainkan kesunyian yang terasa. Mungkin disini sunyi,sepi, tenang(tidak gaduh seperti di indonesia) tapi aku tidak merasakan kedamaian sama sekali. Kesunyian ini terasa kosong, hati selalu gelisah tak tentu arah.
Orang-orang disini sudah mirip dengan robot. Hidup yang
sangat terartur dan hampir tanpa kesalahan. Pergi di pagi hari dan
pulang dimalam hari, itulah rutinitas tiap harinya, kalaupun butuh
hiburan,mereka akan berlari menghampiri dunia. Minum sake dan wanita,
itulah hiburan mereka. Dunia yang 'katanya' memiliki keindahan, penuh
dengan gemerlap warna, tapi semua itu tak lebih dari sebuahpermainan dan
tipuan yang hanya memberi kenikmatan sesaat.Yang kulihat dari jepang adalah bagai jasad tanpa jiwa. Jasad yang penuh dengan kesempurnaan, dari ketampanan dan kekuatan mereka, tapi hatinya kosong. Walaupun ada nilai-nilai kemanusiaan mdari mereka, tapi mereka kosong akan nilai-nilai ketuhanan. Dimana yang menjadi tuhan mereka adalah nafsu belaka. Memperbaiki diri, menjadikan diri sempurna dan terlihat baik di depan orang lain. Sampai muncul adat "harakiri" (bunuh diri dengan merobek perut) sebagai bentuk tingginya harga diri mereka, lebih baik mati dari pada menanggung malu.
Disini aku melihat banyak gagak dengan ukuran besar tak seperti di indonesia. Aku melambangkannya sebagai pribadi orang jepang. Kuat,besar, tapi berwarna hitam pekat sebagai tandi cahaya Ilahiah yang belum sampai pada hati mereka! sungguh disayangkan!
Selama kurang lebih satu bulan ini aku tak mendengar seruan adzan yang sahut-menyahut dari masjid-masjid. sungguh suasana yang kurindukan! Tapi inilah jalan yang telah ku tempuh, jalan yang telah Allah takdirkan untukku!
Alhamdulillah satu bulan disini bisa 3 kali melaksanakan sholat jum'at, walaupun hilang satu sholat.. hemm.. tapi kekosongan hati telah sedikit terisi oleh suasana sholat jum'ah yang sangat sederhana!bahkan minggu lalu bisa jamaah jum'ah dengan kenshusei yang lain yang lebih dari 40 orang. Suasana bengitu indah takala ju dengarkan suara "Amiiiin" secara bersamaan di tengah-tengah sholat, sungguh bagaikan di negri sendiri!Ada kenshusei yang terharu sampai meneteskan air mata! Subhanallah,.. Maha suci Allah dengan segala karuniaNya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar