Langit senja di negri Sakura
Sore itu aku berdiri di beranda belakang kamarku, menikmati setiap hembusan angin yang terasa berbeda dari dari kampung halamanku. Kunikmati udara dingin yang memelukku dengan mesranya. Kupandangi satu-persatu atap rumah yang sedang di hinggapi gagak-gagak hitam perlambangan hati mereka. Ku amati satu-persatu orang yang lewat diwahku yang kebanyakan adalah orang-orang berusia senja (padahal aku menanti gadis-gadis jepang yang cantik jelita :P),yang selalu ku dapati adalah mereka tak lupa 'teman sejati' mereka menemani dalam setiap langkah cepat mereka!
Seperti biasa hari-demi hari selalu saja sepi, dan mungkin akan tetap sepi tak ada irama dari berbagai insani. Aku merasa bahwa indonesia jauh lebih menyenangkan dengan suara berisiknya. tapi tetap saja semua ada nilai positif dan negatifnya.Tentang 'teman sejati' yang aku tuliskan diatas... Cantik,imut,lucu dan banyak lagi hal-hal menarik dari 'teman sejati' mereka! Aku belajar tentang cara mereka menjalani hidup dari sisi pandangku sendri. Di postingan sebelumnya aku sudah sedikit menggambarkan tentang jiwa mereka(dari sudut pandangku). Dimana kebahagiaan yang mereka dambakan adalah dunia dan berbagai tipuannya. Aku ingin sedikit menceritakan tentang ilmu yang aku dapat dari senseiku, Lubis sensei, yang aku anggap memiliki karisma luarbiasa.
Sekarang ini menurut banyak orang jepang sedang mengalami kekurangan tenaga kerja produktif, karena pada dasarnya jumlah orang lanjut usia sangat jauh lebih banyak dari penduduk usia produktif. hal itu menjadikan Jepang membuka kesempatan 'magang' bagi pemuda-pemudi dari belahan dunia untuk bekerja di sini. Hal itu adalah kesempatan emas bagi berbagai negara untuk mengirim wakil-wakil bangsa mereka untuk menimba ilmu di negri sakura ini. salah satunya aku(walaupun seperti ini bentuk dan rupaku, tapi aku adalah wakil indonesia,hehe, jadi bila aku disni melakukan hal buruk,bangsakupun akan menjadi buruk). Sensei memberi tahu kepada kami(kenshusei, khususnya angkatan 249) bahwasanya sebenarnya jepang tak kekurangan tenaga kerja. Sebenarnya pemuda-pemuda Jepang masih cukup untuk memenuhi lowongan kerja di negara ini. TAPI..... mereka tidak mau bekerja dalam posisi yang kami kerjakan ini, karena menurut mereka ini adalah pekerjaan yang bisa di bilang 'rendahan'. Mengapa mereka berpikir seperti itu? itu karena mereka tidak bekerjapun orang tua mereka masih memiliki banyak uang dari uang pensiunan yang di berikan oleh negara yang jumlahnya sangat banyak. Untu apa mereka harus bekerja di panas-panasan, menceboki orang yang tua,bekerja sampai larut malam kalau orang tua mereka memiliki uang banyak! Setidaknya itulah yang aku dengar dari para senseiku bahwasannya pemuda Jepang tak serajin dulu.
Masih tentang senja. Kebahagiaan yang di bangga-banggakan mereka adalah menikmati uang hasil pensiun yang berasal dari keringat darah mereka selama bertahun-tahun. Kehidupan yang begitu monoton dan menurutku membosankan sangat, tanpa merasakan berbagai rasa dari rasa-rasa palsu ini. Rasa palsu sebagai media menemukan rasa yang hakiki!
Dari kehidupan yang penuh dengan keteraturan dan kerja keras mereka menjaga raga mereka, membuat senja mereka semakin lama. Hari-hari senja mereka terasa hampa dan begitu-begitu saja. Kenapa mereka begitu rajin bekerja? karena ketika mereka tidak bekerja, hati mereka terasa kosong, selalu ada yang kurang entah itu apa menurut mereka. Tapi itulah wujud dari kekosongan hati dari cahaya Ilahi. Aku punya Sensei, sudah berumur 70 tahun, punya 3 buah rumah, dan beberapa mobil yang berharaharga milyaran, tapi beliau tak pernah jenuh bekerja. Berwisata ke Eropa sudah makanan sehari-hari, tapi itupun tidak membuat beliau puas karena memang kosongnya hati itu dari cahaya Ilahi. dan akhirnya di usia 70tahun masih sibuk bekerja kesana kemari sambil menceritakan lika-liku kisah hidupnya agar beliau bisa menjadi suatu contoh bagi orang lain. Tapi tak luput dari nafsu akan penyambahan diri sendiri dengan selalu membanggakan kesehatan raga dan hal lain yang dia punya!
Tentang sahabat sejati mereka: いぬ(anjing), dimana anjinglah yang paling mengerti mereka dan kekosongan hati mereka. Tapi tetap saja bukanlah itu semua yang menjadi pengisi lubang di hati. Lubang di hati yang hanya bisa diisi dengan cahaya IlahiRabbi....-,-
I Like this :D
BalasHapus